Posts filed under 'Uncategorized'

Pindah Rumah Virtual

Yups. Saya pindah rumah ah. Mungkin hanya masalah selera saja. Di rumah yg ini (WP.COM) saya susah setting tampilan. Ga bermaksud menjelek-jelekkan salah satu, namanya juga gratisan, ga boleh banyak komplen dong. Sekali lagi ini masalah selera. Setelah nyerah ngoprek sendiri, beruntung bisa dibantu oleh kang Awan Rimbawan, akhirnya saya bisa pindah rumah juga. Rumah baru saya, alamatnya di http://dodypengusaha.blogspot.com

Barangkali ada waktu, silahkan mampir. Saya usahakan ‘menjamu’ dengan catatan pribadi, sedikit sharing sharing, barangkali bisa bermamfaat. Ibadah bagi saya. Amin.

Dody

Add comment 11 February 2009

My Show Must GO ON

Hari ini saya 28 Jan 09 akhirnya bisa join ke milis TDA Pusat. Setelah sekian lama terpendam dan ga tau musti daftar ke mana. Akhirnya tgl 27 Jan 09, saya menemukan jalannya lewat mas Andhika Harya, yg dipromosikan menjadi moderator milis TDA Pusat. Segera saya kontak, dah tadaa.. hari ini saya sudah terdaftar di milis TDA Pusat selain TDA Bandung yg sebelumnya saya ikuti.

Segera berhamburan email email yg menggugah semangat dan sekaligus membuat saya sedih. Banyak email sharing tentang bagaimana memulai usaha, suka duka. Hari ini ada email yg sangat menyentuh saya, dari kang Asep Mulyana, tentang bagaimana omset penjualannya menyentuh Rp. 0. Tapi paragraf-paragraf tentang ke-ikhlas-anya seakan menampar saya.

Topik yg sedang rame adalah tentang milad TDA 3 yg luar biasa. Yg diproyeksikan akan menjadi Festival Entrepreneur Indonesia oleh pak Rony (founder TDA). Tambah sedih waktu nerima message dari pak Iim Rusyamsi (presiden TDA) tentang materi milad, Delapan Seminar Luar Biasa. Juga 4 inspirator di hari kedua. Di antara seminar itu, semua menarik, yg paling membetot perhatian saya adalah topik HOW TO START UP YOUR BUSINESS SMATRLY , ONLINE BUSINESS 2.0 , dan topik ENTREPENEUR Become HORISONTAL.

Tapi saya tidak bisa datang. Karena di tanggal yg sama, 28 Feb 09, di Bandung juga ada acara Mindset Revolution Show oleh komunitas yg juga saya ikuti, Internity. Acara yg tidak kalah hebatnya. Karena akan ada 4 pembicara luar biasa, pak Tung Desem Waringin, pak Abu Syauki, pak Panangian Simanungkalit dan Bong Chandra. Orang orang luar biasa yg telah mengispirasi banyak orang.

Dan saya sudah commit mau buka stand di bazarnya, walaupun menghadapi happy problems. Saya telah contact dengan pak Basri, dan saya akan commit dengan rencana saya. Bagaimanapun juga, ini adalah ACTION saya. Insya Allah dengan action ini, saya diberikan ilmu pula. My show must go on.

Link Mindset Revolution Show
Be there, tiket bisa diperoleh di saya. ^_^

Dody

1 comment 29 January 2009

Saling Membukakan Pintu Rejeki

Awalnya dari milis, tiba tiba di suatu pagi 22 Nov 08, saya mendapati email dengan label personal. Itu adalah tanda kalo email tersebut menyebut alamat email saya secara langsung di tujuannya. Ternyata ada pak Sidhi dari batam yg hendak memesan kaos seragam. Subhanallah. Agak bergetar juga, senang dan takut bercampur. Mulailah kita contact-contactan. Beliau memberikan gambaran bagaimana seragam yg diinginkan, saya sebisa mungkin mengerjakan desain. Karena memang belum terbiasa dengan urusan desain kaos, saya percayakan pada teman saya, untuk mengerjakan. Tentunya dengan janji akan diberikan imbalan kalau projek ini goal.

Sama seperti order seragam ini, sepertinya memang saya dimudahkan oleh Allah. Karena saya ingat minggu sebelumnya, saya menghubungkan teman yg butuh pernik souvenir, saya teringat dengan kartu nama yg saya kumpulkan pas temu HBH TDA di mall ATECE. Selanjutnya saya (berusaha) tidak mengingat-ingat hal itu lagi. takut menjadi ria’. Demikian juga saya menuliskan hal itu di sini, bukan maksud menyombongkan diri, tapi sebagai pengingat, bukalah pintu rejeki bagi orang yg berhak, insya Allah akan terbuka pintu untuk kita. Filosofi yg selalu ditekankan oleh guru bisnis saya, cak Priyo Husodo.

Setelah beberapa kali contact dan kirim-kiriman desain, sempat menghilang. Ga pernah contact lagi. Ah.. Saya bilang ke istri, ‘mungkin blon rejeki kita, kalau memang belum diridhoi Allah, lebih baik ga jadi, daripada dipaksakan tapi ntar hasilnya ga memuaskan’. Ternyata tgl 11 Des 08, datang lagi email dari pak Sidhi, mengatakan bisa segera dikerjakan. Alhamdullilah. Segera mulai lagi, mencari sample bahan dan ngeprint daftar ukuran juga sample kaos jadi untuk dikirimkan ke beliau. Akhirnya setelah melewati proses bolak balik, kita mulai acc produksi tgl 7 Jan 09 dan alhamdullilah bisa selesai sesuai dengan janji awal, tgl 17 Jan sudah dikirimkan ke pak Sidhi, 50 pcs seragam label Unkleblass ^_^ Dan diterima dengan baik oleh pak Sidhi, kecuali mis understanding soal ukuran, hal lain untuk kualitas bahan dan sablon juga jahitan bagus. Alhamdullilah.

Dody Unkleblass

moral: Jangan memaksakan mengambil peluang, jika memang ada orang yg lebih berhak, serahkanlah pada yg berhak. Berharaplah pada ridha Allah, insya Allah rejeki akan mengikuti.

Add comment 29 January 2009

Menjemput Rejeki

Setengah jam menjelang adzan dzuhur. Dari kejauhan mata saya menangkap sosok tua dengan pikulan yang membebani pundaknya. Dari bentuk yang dipikulnya, saya hapal betul apa yang dijajakannya. Penganan langka yang menjadi kegemaran saya di masa kecil. Segera saya hampiri dan benarlah, yang dijajakannya adalah kue rangi, terbuat dari sagu dan kelapa yang setelah dimasak dibumbui gula merah yang dikentalkan. Nikmat; pasti.

Satu yang paling khas dari penganan ini selain bentuknya yang kecil-kecil dan murah, kebanyakan penjualnya adalah mereka yang sudah berusia lanjut “Tiga puluh tahun lebih bapak jualan kue rangi” akunya kepada saya yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan bisa menemukan jajanan masa kecil ini. Sebab sudah sangat langka penjual kue rangi ini, kalau pun ada, sangat sedikit yang masih menggunakan pikulan dan pemanggang yang menggunakan bara arang sebagai pemanasnya.

Tiga jam setengah berkeliling, akunya. Baru saya lah yang menghentikannya untuk membeli kuenya “Kenapa bapak tidak mangkal saja agar tidak terlalu lelah berkeliling” iba saya sambil menaksir usianya yang sudah di atas angka enam puluh “Saya nggak pernah tahu dimana Allah menurunkan rezeki, jadi saya nggak bisa menunggu di satu tempat. Dan rezeki itu memang bukan ditunggu, harus dijemput. Karena rezeki nggak ada yang nganterin” jawabnya panjang.

Ini yang saya maksud dengan keuntungan dari obrolan-obrolan ringan yang bagi sebagian orang tidak menganggap penting berbicara dengan penjual kue murah seperti Pak Murad ini. Kadang dari mereka lah pelajaran-pelajaran penting bisa didapat. Beruntung saya bisa berbincang dengannya dan karenanya ia mengeluarkan petuah yang saya tidak memintanya, tapi itu sungguh penuh makna.

Setiap langkah kita dalam mencari rezeki ada yang menghitungnya. Dan jika kita ikhlas dengan semua langkah yang kadang tak menghasilkan apa pun itu, cuma ada dua kemungkinan; Kalau tidak Allah mempertemukan kita dengan rezeki di depan sana, biarkan ia menjadi tabungan amal kita nanti” lagi sebaris kalimat meluncur deras meski parau terdengar suaranya.

“Tapi kan bapak kan sudah tua untuk terus menerus memikul dagangan ini?” pancing saya. Agar keluar terus untaian hikmahnya. Benarlah, ia memperlihatkan bekas hitam di pundaknya yang mengeras. “Pundak ini, juga tapak kaki yang pecah-pecah ini akan menjadi saksi di akhirat kelak bahwa saya tak pernah menyerah menjemput rezeki

Sudah semestinya isteri dan anak-anak yang dihidupinya dengan berjualan kue rangi, berbangga memiliki lelaki penjemput rezeki seperti Pak Murad. Tidak semua orang memiliki bekas dari sebuah pengorbanan menjalani kerasnya tantangan dalam menjemput rezeki. Tidak semua orang harus melalui jalan panjang, panas terik, deras hujan dan bahkan tajamnya kerikil untuk membuka harapan esok pagi. Tidak semua orang harus teramat sering menggigit jari menghitung hasil yang kadang tak sebanding dengan deras peluh yang berkali-kali dibasuhnya sepanjang jalan. Dan Pak Murad termasuk bagian dari yang tidak semua orang itu. Yang Allah takkan salah menjumlah semua langkahnya. Tak mungkin terlupa menampung setiap tetes peluhnya dan kemudian mengumpulkannya sebagai tabungan amal kebaikan.

***

Sewaktu kecil saya sering membeli kue rangi, tidak hanya karena nikmat rasanya melainkan juga harganya pun murah. Sekarang ditambah lagi, kue rangi tak sekadar nikmat dan murah, Tapi Pak Murad pedagangnya membuat kue rangi itu semakin lezat dengan kata-kata hikmahnya. Lagi pula saya tak perlu membayar untuk setiap petuahnya itu.

Sumber; Bayu Gawtama

nb: Artikel ini saya dapat dari milis idnlpsociety, tgl 13 Des 08. Sekedar pengingat untuk saya, yg kadang suka bermalas-malasan untuk menjemput rejeki.

Add comment 13 December 2008


Categories

Tags

dody dream EU ikhlas Inspiring mindset My Way TDA

Recent Posts

Shout Me

Blogroll

Recent Comments

dodypengusaha on Seminar Cara GILA Menjadi…
bambang on Seminar Cara GILA Menjadi…
Dody on About
Andri on Omset 0 Rupiah
priyo husodo on About

Spam Blocked

Blog Stats